Tuesday, October 19, 2010

Lompong Sagu

Wah ini makanan sangat mudah membuatnya maupun memakannya. Idho memang sangat terobsesi untuk membuat makanan dari sagu. Ohya, waktu dia ditugasi gurunya membuat kliping tentang identitas budaya, yang dibuat adalah sebagian besar makanan daerah. Dasar tukang makan!! Salah satunya adalah lompong sagu ini. Resep diambil dari Majalah Sedap, gambarnya sudah gak ada karena untuk tugas klipping, tinggal resepnya ajah.


Bahan :

150 gr tepung sagu
150 gr gula merah (aku hanya pake 100 gr, sudah lumayan manis karena pake pisang)
5 buah (tak tambahi lagi agar banyak jadi aku pake 7 buah) pisang kepok
garam
daun pisang dan biting lidi


Caranya :

aduk semua bahan jadi satu
ambil sekitar 2 sendok, bungkus dengan daun pisang dan semat dengan lidi
bakar dengan arang. (untuk kepraktisan, aku pake happy call, yang penting agak sering dibuka agar daunnya benar-benar gosong)
Jadinya cuma dikit. Dimakan Idho sendiri aja bisa amblash kalau tidak diingatkan bahwa dibumi ini masih ada makhluk lain yang punya hak sama terhadap makanan. Kapan-kapan resep harus didobel. Ini penampakannya
Yang membanggakan dari anakku ini adalah, dia konsekuen, yaitu mau makan ya mau masak. Untuk lompong sagu ini, dia yang ngaduk (sementara ku tinggal mandi) dan sedikit membantu membungkus.

Pai Apel

Idho kalau menginginkan sesuatu dan aku menjanjikannya, akan ditagih terus. Salah satunya ya pai apel ini. Apelnya aku beli yang sudah 50% diskon. Agak benjut-benjut dikit. Kan gak ditampakkan secara utuh. Ini penampakannya


Bahan Kulit:

350 gr tepung terigu

150 gr mentega

satu sendok makan gula

dua butir kuning telur

garam

air es secukupnya (gak mengukur, asal adonan bisa digilas)


Bahan Isi:

500 gr apel, potong-potong, beri jeruk nipis

160 gr gula pasir, setengah dibuat karamel setengahnya dimasak bersama apel

bubuk kayu manis

Bahan Olesan :

satu kuning telur

Cara Membuat

mentega tepung, garam dan gula diaduk-aduk seperti memotong-motong sehingga berbutir-butir. Masukkan kuning telur dan air es. Campurkan dan kemudian disimpan dalam lemari es sebentar.

isi : Masak apel bersama separuh gula dan bubuk kayu manis. Buat karamel dan tuangkan ke apel masak. Dinginkan

Ambil separuh lebih adonan kulit, gilas sampai setebal setengah centi. Letakkan dalam loyang pie yang sudah dioles mentega. tusuk-tusuk dengan garpu di beberapa bagian. Katanya agar tidak melembung. Masukkan apel masak

Tutup dengan sisa adonan kulit yang juga digilas, rapikan.

Terakhir, oles permukaan tutup pai dengan kocokan kuning telur. Oven hingga matang.

Jadinya, hmmm yummi. Hanya saja, kecepatan memasak jauh terkalahkan dengan kecepatan memakannya.

Wednesday, March 17, 2010

Males Posting

Inilah kalau lagi kumat malesnya. Sampai dua bulan blog dibiarkan bulukan. Padahal, masak dan melakukan hal-hal yang kreatif tetap jalan. Karena itu, sebagai pembukaan dan pengingat, selama dua bulan ini aku telah masak dengan sukses antara lain:
  1. chicken cordon blue, hmm yummi dan sukses, menggoreng dengan cantik dan hemat minyak di happy call. resep menyusul, gambar gak ada karena begitu mateng langsung ditampani oleh tiga mulut yang kelaparan, Ais, Idho dan ayahnya.
  2. Bunga dari bekas pembungkus buah. Foto masih bisa diusahakan
  3. steak sapi, proyek ini gagal jika dibakar di happy call karena dagingnya mungkin ketipisan (pelit dot com) sehingga malah melengkung. Rasa sih ok, tampilan payah.
  4. Bak pau. rencananya bikin mantau, tapi hasilnya jadi bakpau (gak bingung kan) ya gitu deh, saking kreatifnya. Jadi, gurih,tanpa photo
  5. Lontong Mie. Wah ini kesukaanku. Sayangnya anak-anak gak suka, jadi yang makan cuma yang dewasa saja. Kata suami, aku kalau masak gak berani bumbu. Waduh,memang kuakui. Aku agak parno kalau lihat masakan full bumbu. btw, karena konsumen menghendaki, ya oke lah kalau begitu, next time kubanyakin bumbunya.

Wednesday, January 13, 2010

Bolu kukus, oh bolu kukus

Aku tidak merasa terkena kutukan bolkus, cuma kurang pas aja. Kemarin, saking penasarannya dalam dua hari aku membuat empat kali adonan (tidak hanya mengadon) setengah resepan dan mengukus bolkus. Inilah laporannya

  1. adonan pertama, bantat abis. Kukira ini karena sebelum dikocok adonan ketetesan air. aku sudah curiga dari awal, tapi tak terusin aja. akhirnya ya memang bantat serasa jenang. Apalagi ternyata kurang manis. Semut yang biasanya aku marahi karena selalu merebut makanan kami aja emoh merubungnya. Kucing yang malah mau, lha... kan aneh
  2. adonan kedua, bagus tapi karena mungkin aku mengaduk tepung kurang rata, jadi ada mringkil-mringkil tepung mentah, juga kurang gula, wong resepnya sama. hasilnya, besoknya kusiram air gula dan kukukus lagi. Lumayan lah bisa dimakan
  3. adonan ketiga aku mencoba bolkus dengan resep lain. Satu resep untuk dua kali percobaan juga. Hasilnya, gak begitu sukses, karena menggunakan cup momma (maksudnya kan memang mau buat bekal anakku ke Taman Safari besok-nya). Agak bantat dikit, karena kalau pake yang cetakan bolong, lumayan ngembang.
  4. adonan keempat ini sebetulnya udah mulai pas. Anggap aku sudah menemukan chemsitry-nya bersama si bolkus... tapi apa daya... ditengah perjalanan mengukus, gas abis. Jadi deh, bolkusnya belum sempat mekar, cuma menaik saja, jadinya seperti world cup deh. Lihat aja fotonya..
  5. masih penasaran, besok mau bikin lagi.




Saturday, December 19, 2009

Zuppa Soup

Ini, nih. Karya baru, hasil ikut-ikutan tergila gila pada zuppa soup. coba sendiri dirumah. Pastrynya juga bikin sendiri. Mudah kok. Supnya juga sebisanya dan seadanya bahan di rumah. Kali ini aku bikin sup krim rasa kare

Bahan Pastry,
350 gr tepung protein sedang, ayak
50 gr tepung maizena
175 ml air dingin
1 butir telur
2 sdm gula
1/2 sdm garam
60 gr mentega
200 grm mentega pastry (korsvet)

Bahan soup
200 gr daging ayam rebus, potong kotak-kotak
100 gr wortel
100 gr makaroni, rebus dan tiriskan
100 ml kaldu rebusan ayam
100 ml susu
1 buah bawang bombay, cincang
3 siung bawang putih, cincang
1 sdm bumbu kare
daun bawang, gula dan garam

Bahan olesan
telur kocok lepas
susu evaporated (aku gak pake, gak punya)


Tahap pertama, buat pastrynya dulu, karena makan waktu
Caranya :

Campur tepung terigu, maizena, gula garam dan telur. tuang air, uleni sampai kalis. Tambahkan mentega.

Gilas melebar dan tiping berbentuk segi panjang. beri korsvet ditengahnya dan kemudian lipat seperti amplop menutup korsvet. Gilas sampai tipis, lipat lagi, demikian beberapa kali.

terakhir pastikan tipisnya, baru kemudian potong. karena kalau sudah dipotong, tidak boleh ditipiskan lagi, karena pasti lipatan-lipatannya jadi jelek dan korsvetnya akan keluar.

Dinginkan di kulkas. sementara itu, lakukan tahap kedua, membuat sup

panaskan minyak atau mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum. masukkan ayam dan wortel. setelah wortel agak lunak, masukkan semua cairan, baik kaldu maupun susu, masukkan bumbu kare, gula, garam dan daun bawang iris. setelah semua lunak, masukkan makaroni. Sup siap dipanggang.

masukkan sup kedalam cangkir keramik (aku pake cangkir kopi biasa). tutup dengan sepotong pastry. Oles permukaan pastri dengan telur kocok. Panggang sampai kecoklatan. sajikan hangat.

Nah, ini penampakannya.

Kelihatan cantik, kan. Karena pake cangkir kopi, penyajiannya dilengkapi alasnya. (lagi males cari wadah yang tepat di gudang. seadanya saja)
Anakku Idho, suka tutupnya, doang, hi..hi... Gurih katanya. Ya udah, emboknya pasrah makan supnya aja.