Friday, June 24, 2016

Menu sederhana di Bulan Puasa

Ini salah beberapa makanan yang kusajikan di bulan puasa. Kebanyakan sih untuk sahur karena aku tetap bekerja pada saat bulan puasa
1. Ommurice
Pernah nonton film Rooftop Prince (ketahuan dweh kalau Korean Drama Lover), itu ada disajikan ommurice. Maka dengan gampang kuadopsi, yaitu..buatlah nasi goreng...terserah mau gaya apa. Sediakan juga telur dadar... jadinya gini

2. Daging sapi lada hitam
Masakan ini juga sangat mudah. Beli saja daging di supermarket yang diiris tipis.  Supaya tidak monoton, tambahi wortel yang diiris dadu besar. Rendam dalam celupan berupa saus teriyaki, bawang putih keprek.  Setelah sekitar 30 menit, tumis bawang bombai sampai layu, masukkan semua bahan. Bumbui dengan lada hitam keprek, garam dan gula. Jadi deh... kalau ada, ketika menyajikan, taburi wijen sangrai...mmmm, anak2 makannya laàhap.

Thursday, January 7, 2016

Mengisi Liburan murah dan kreatif

Dua minggu lalu anak-anak liburan semester.  Seperti biasa, emboknya pusing mencarikan kegiatan agar anak-anak tidak bengong di rumah.  Karena menjelang ujian kelulusan, kami tidak menjadwalkan liburan yang jauh.  Agar-anak-anak tetap berkegiatan, maka himbauan agar tetap produktif terus menerus didengungkan.  Alhasil, Ais memiliki kegiatan:
  1. Lari keliling di sekitar kampung tiap pagi.  ini untuk latihan karena menjelang ujian praktek olah raga.  Selama ini Ais terlihat mudah lelah.  Sayangnya anaknya tidak mau ditemani padahal larinya puagiii banget... embah malah kuatir, kalau anak gadis lari sendirian di pagi hari takut ada apa2.... 
  2. Ais juga menghasilkan gantungan kunci kecil lucu berbentuk owl
  3. Ais juga membuat cerpen.. katanya sih mau diterbitkan di gogirl, tapi belum, soalnya emboknya belum mendorong untuk dituntaskan.
  4. Idho??? harus latihan soal matematika minimal 5 soal sehari... maklum... matematikanya parah banget.
sebagai kompensasi.. anak-anak kuajak mencari pengalaman bertahun baru diluar rumah... kebetulan kami terjebak macet di raya Darmo waktu tahun baru.  Jadi tanpa sengaja kami bertahun baru di depan Taman Bungkul....
Hari berikutnya, kuajak anak anak ke Madura, melewati jembatan suramadu yang fenomenal, makan Bebek Songkem di daerah Burneh Bangkalan dan pulangnya mampir ke Kampus C Unair...gitu saja anak-anak sudah sangaaat senang... tujuan liburan sudah tercapai.

Monday, December 7, 2015

Yang Praktis dan Sehat di tempat kerja

Sudah umur 50 an begini badan harus sehat!!!
upaya praktis yang kulakukan adalah, olah raga dan mengatur makanan... biasaaaa... semua orang juga gitu...
Tapi dengan segala kesibukan ibu bekerja (ceilleee) maka olahraga pagi yang menurut rumus minimal 30 menit jalan kaki kulakukan pagi setelah mengantar anak sekolah sementara jam kantor belum mulai.  Jadi jam enam kurang seperempat kami berangkat... jam enam seperempat sudah di sekolah Ais... berhubung jam kerja 7.30.. sisa waktu yang ada kugunakan untuk mampir kebun bibit Bratang surabaya, untuk jalan muter disitu. tiga kali puteran akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit...berkeringat, alhamdulillah...

Pola makan???
Pagi segera kusiapkan jus. Alhamdulillah lagi, kemarin dream beli hand blender keturutan... jadi pagi-pagi semua dicekoki jus...setelah itu anak2 sarapan seperti biasa, sementara itu, aku...seperti biasa.. tidak sempat sarapan...
Ini yang bahaya...
biasanya aku akan beli makanan di perjalanan atau di kantin kampus.  sekarang kusiasati... pake havermuth instant... ini penampakannya

Caranya :
tuang havermuth instant ke gelas, beri air panas.  untuk penambah rasa, beri gula jagung, aduk (ini semua sudah kupersiapkan di kantor.. bahkan havermuth sisa disimpan lagi dengan cara distaples).
tunggu sampai hangat-hangat kuku... havermuth siap diminum (dimakan)...
praktis dan insyaAllah sehat...

Friday, July 25, 2014

Problem tiap Hari Raya

Tiap tahun problem ini akan terus muncul.  berulang dan berakar.  Oleh karena itu, sebagai manusia yang berpikir (halah..) kucoba menganalisis, apa yang bisa kami kerjakan secara simpel dalam menyikapi hal ini.
Problem apa sih???
Hari raya, pembantu mudik!! that's it.  
Semua juga mengalaminya.
Sebagai keluarga yang biasanya ditemani pembantu meskipun tidak full time, repot juga menangani pekerjaan di rumah. Pembantu kami seperti profesional, berangkat pagi pulang sore dan minggu libur.  Tapi sayangnya dia mbolosan.  Ngeselin!!  Tapi berhubung butuh, ya dikuat-kuatin.
Hari ini, pagi-pagi our lovely assistant sudah datang dengan tujuan... pamitan dan ambil gaji.  Aje gilee.  Kita yang mbayarin aja masih berangkat kerja, dia sudah memutuskan untuk pulang dengan sewenang-wenang.  Padahal kemarin sudah kurencanakan dia harus ngapain aja hari ini.  Yah, begitulah.
The show must go on.
belajar banyak dari mbah google terutama link ini bagaimana menghemat uang, waktu dan tenaga menjalani kehidupan rumah tangga.  Toh anak-anak sudah besar.  akhir kata "aku rapopo"

Friday, July 4, 2014

Cara Simpel Berbuka Puasa

Ini cara paling simpel untuk berbuka.  Tinggal datang ke Masjid agak besar menjelang maghrib. Sangat mungkin anda akan diberi hidangan pembuka (takjil) berupa minuman segar, sekantong kecil kurma atau kue.  Setelah sholat maghrib (harus ikut sholat disitu), akan dibagikan makanan berat, umumnya nasi. Gratis..tis..tis..  Simpel kan.
Bagi anak-anakku, tour de Masjid adalah kesenangan tersendiri karena beda dari keseharian.  Bagi ibunya, ya kesenangan tersendiri, karena gak perlu masak sore dan hemat...
Enggak ding, tidak selalu hemat. Karena kadang di luar jadwal tadi, anak-anak masih minta dibelikan kue, kebab, minuman dll dll yang memang kelihatannya menggoda iman di sepanjang jalan.  Habisnya bisa lebih banyak... Gak papa lah.  Anggap ini hadiah karena anak-anak sudah berperilaku  Islami.
Dulu, waktu kecil (umur 5 ato 6 tahun gitu), kalau Idho puasa nutug (sebulan penuh) akan diberi hadiah. Gak jauh-jauh dari kue, tapi mintanya yang aneh aneh.  Untuk memotivasi anak, ya emboknya ini berusaha memenuhinya.  Sekarang sudah pada besar. Tantangannya juga lebih tinggi, seperti menulis atau menghafal AlQuran. Rewardnya juga tidak sekedar sepotomg kue, tapi bisa berupa barang atau buku

Tuesday, July 1, 2014

Kreativitas di Bulan Ramadhan

Sebagai Ibu bekerja, bulan Ramadhan menjadi tantangan dan excitement tersendiri bagiku.  Merancang menu buka dan sahur.  Merancang kegiatan Tour de Masjid.  Pokoknya, berusaha agar lebih aktif dan mendekatkan diri pada Allah.
Kalau Ramadhan, herannya, orang-orang pada aktif ketika menjelang berbuka.  Ngabuburit katanya.  Berbagai jenis makanan dijual.  Aku masih mengandalkan upaya memasak sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh dan kantong.  Makanya, kuupayakan hari Sabtu atau Minggu masak agak banyak dan disimpan, sehingga memudahkan organisasi menu buka dan sahur. Membuat Schotel ya dua resep, (bisa untuk 3 hari), bandeng presto (beli jadi) dua resep, untuk dua hari.  Demikian seterusnya. 
Untuk Buka, Ramadhan lalu kita melakukan tour de Masjid tiap Sabtu atau Minggu.  Untuk Ramadhan tahun ini aku berharap bisa juga menjalankan meskipun ayahnya sedang di Bandung.  Sebenarnya kesempatan lebih banyak karena anak-anak masih liburan.  Yang jadi masalah adalah kendaraan.  Dua anakku, meskipun sudah cukup besar tapi belum berani naik motor sendiri, jadi sangat tergantung padaku.  Lah kalo dua-duanya dibonceng sepeda motor, kasihan motornya.  Dinaiki tiga buldoser, besar-besar.  Bisa nangis sepanjang jalan!!  Nanti akan kupikirkan gimana caranya bisa tetap ke Masjid yang agak jauh dari rumah bertiga.
Kemarin ada sesuatu yang baru yang kurasa malah memudahkan penyajian menu.  Idho tiba-tiba kangen nasi kucing katanya.  Makanya, dengan menu yang memang sudah disiapkan, tinggal dibungkus seperti yang di warung dengan porsi kecil, nasi sedikit, lauk juga seadanya, kemarin pake bandeng presto dan oseng tempe teri plus sambel.  Sudah, gitu thok.  Idho habis dua bungkus, Ais satu, aku satu.  Padahal, kalau dihidangkan dengan cara normal, (diletakkan diwadah mangkok), Idho jarang mau oseng tempe.  Ada-ada saja.  Hikmahnya, kita tidak perlu cuci piring.  Cuma cuci sendok dan gelas.  Tentu saja bungkusnya tetep pake daun pisang.

Sunday, May 13, 2012

Pie Apple juga Simple

Pie adalah kesukaan anak-anak terutama Idho.  Kalau beli Pie buah, tidak cukup satu.  Makanya bikin saja.  Gampang!!
Bahan :
300 gr Tepung terigu.
1 bt Telur  (kadang kalau telurnya besar, setengah kuningnya diambil untuk olesan kulit. Pelit!!)
100 gr kombinasi mentega dan margarin (ini yang bikin enak)
1 sdt garam
2 sdm gula pasir
1 sdm air es

Bahan Isi
750 gr Apel
3 sdm gula palem
1 sdm gula putih
garam secukupnya
kayu manis bubuk secukupnya
1 sdm tepung terigu Caranya :
campur semua bahan dengan menggunakan 2 sendok atau pisau makan sampai bergerindil tapi bisa dipulung.  Ambil separuh lebih adonan dan giling.  Masukkan dalam loyang pie.  Kalau mau bisa dioven sampai setengah matang baru diisi.  Tapi pengalaman, tanpa diovenpun oke.  Lakukan juga untuk bagian tutupnya.

Bahan Isi-
masukkan sekaligus semua bahan kecuali tepung.  jika apel sudah layu, masukkan terigu agar agak kental.  Masak sampai tanak.  Isian siap dimasukkan dalam kulit pie.  tutup dengan lapisan dan olesi kuning telur.  Oven sampai matang.

Saturday, January 21, 2012

Yang Simpel-Simpel

Seperti biasa, tidak banyak waktu tapi banyak mau.  Makanya, masak untuk anak-anak milih makanan sederhana saja.  Salah satunya adalah Puding Roti.  Caranya, guampaang pol.
  1. Tiga lembar roti tawar, potong kecil-kecil, mau simetris atau tidak beraturan tidak masalah.  Letakkan di loyang kecil.
  2. 200 cc susu cair tambah 1 s/d 2 sendok makan gula (tergantung tingkat kemanisan yang diharapkan)
  3. satu butir telur kocok lepas dan campur dengan susu cair, beri sedikit garam.
  4. Kismis, jeruk mandarin, kelapa muda (tidak harus, silakan mana yang ada dikulkas bisa jadi variasi), letakkan tidak beraturan diatas potongan roti.
  5. Kukus kira-kira 15 menit.  Siap dimakan deh.

Friday, November 18, 2011

Masak dalam Kondisi terbatas

Gimana gak terbatas, di Brisbane, harga jahe sekilo $15.  Ya memang tidak akan beli sekilo.  Tapi esensinya adalah, bumbu-bumbu mahallll!  Makanya, aku coba masak dengan bumbu seadanya.  salah satu masakan sederhana ku adalah sayur bening.  Jelas tanpa kunci (bahasa Inggrisnya temu kunci apa ya?  kata temanku key??)
bumbunya cukup bawang merah (gak ada bawang merah ya bawang bombay.  esensinya sama saja) plus gula dan garam.  cicipi dengan penuh perasaan, maka sayur bayam tambah jagung bisa lebih sueggerrr.

Saturday, May 7, 2011

Empek-empek Palembang dan Cuko praktis

Meskipun bukan orang Palembang, kami sekeluarga penggemar Empek-Empek.  Dari pada beli di restoran mahal, di kaki lima gak jelas bahan dan kebersihannya, makanya aku sering bikin sendiri.  Caranya gampang.  Ini resep hasil modifikasi dan percobaan berkali-kali.  Sebenarnya sih bukan percobaan, yah karena udah bikin berkali-kali aja.
Bahan
250 gram bersih daging tengiri (bersih maksudnya tanpa kulit dan tulang)
250 gram bersih daging patin (kalo tengiri semua, mahal, booo...)
5 siung bawang putih
gula dan garam
kecap ikan dua sendok makan
500 gram sagu tani
air es secukupnya (aduh, nggak naker sih,  Asal gak terlalu keras atau becek ajah) 
Satu telur, beri garam dan kocok (ini bisa untuk ngisi kapal selam sebanyak 4 buah.  Kalau mau banyak, ya silakan disesuaikan sendiri)
1000 ml Air mendidih
Bahan Cuko
Kecap manis + cuka ajah, campur tambah sedikit air, sudah seperti cuko, he...he...

caranya:
blender, ikan dan bumbu-bumbu.
pindahkan ke wadah, baru campurkan dengan sagu tani.  
Tuangkan air es.  Aduk sampai bisa dibentuk.  Konon, ngaduknya gak perlu terlalu semangat dan lama, takut alot jadinya.
setelah itu, untuk memudahkan untuk membentuk, gulung dan kemudian potong-potong.
Kalau mau bentuk lenjer, ya potongan digulung dikit, trus masukkan ke air mendidih.  Biarkan sampai mengapung
Kalau mau bentuk kapal selam, ini yang susah.  Potongannya agak lebih besar dibanding yang untuk lenjer, pipihkan, letakkan diatas telapak tangan kiri, bentuk seperti mangkuk, tuangkan sedikit kocokan telur, trus rapatkan.  Segera pula masukkan ke air mendidih.
Setelah semua mengapung, tiriskan dan siram dengan air matang dingin.  Konon manfaatnya untuk mengikis lendir yang bikin empek-empek tidak tahan lama.
Simpan atau langsung goreng dan hidangkan dengan cuko praktis

Wednesday, January 26, 2011

Sarapan Spagheti

Bukannya sok ke barat-baratan, tapi hanya berusaha agar bisa sarapan dengan menu variatif. Salah satunya adalah dengan spagheti. Bikinnya mudah, karena sudah banyak dijual saos siap pake. hanya saja, menurutku, saos yang dijual misalnya merek lafonte itu terlalu kecut. jadi biasanya tak tambah isi, bisa kornet, atau tahu tempe cincang, trus tambah air, gula agak banyak dan garam, kalau perlu tambah pula merica dan bumbu italia. Selain untuk menetralisir rasa kecutnya, juga untuk memperbanyak, he...he... ngirit.
Jadinya, spagheti di rebus dengan sedikit garam
dalam wadah terpisah, campurkan saus spagheti, cincangan kornet atau tahu tempe. Dicampur kabeh juga oke, tambahi bumbu-bumbu. Masak sampai matang.
Sajikan hangat

Saturday, January 22, 2011

Sushi Mendem

Namanya bukan mengasosiasikan seseorang yang mabok karena minuman keras. Bukaaan. Sueerr, Ini hanya modifikasi dari shusi makanan jepang dan semar mendem makanan lokal. Yang penting ada nori, namanya bisa disebut shusi. Trus isinya, suka-suka kita. Karena adanya hanya abon, ya udah, dibuat seperti lemper.
Jadi caranya mudah.

Bahan :
Nori
Nasi hangat
cuka, gula, garam dibuat komposisi yang pas sehingga rasa menjadi nano-nano. manis asin asem
isian, sembarang, semampunya gak maksa

caranya:
nasi diaduk dengan cuka gula garam
letakkan slembar nori dalam penggulung shushi (kalau punya. aku pake kertas bungkus)
ratakan nasi berbumbu diatasnya
tata isian ditengah nasil
gulung. potong-potong dan haeep... nyam-nyam

Brownies Maling

Namanya kubikin begitu, sebagai kenang-kenangan. Dugaanku, saat aku membuat brownies ini, asyik bekutat di dapur, maling masuk rumah lewat jendela depan yang belum ada tralis dan mengambil laptop si kamar depan. Maling dipermudah oleh amben besar yang sementara kami letakkan di depan, pas dibawah jendela. Benar-benar diberi keleluasaan untuk mengakses (kasarnya, mencuri) barang yang kebetulan ada di kamar. Selain laptop, dua hp dan uang Rp. 100.000. Pintarnya si maling, uang yang tergeletak 115.00, diambil yang seratus. Laptop ada dua, diambil satu yang baru. Cicilannya baru 3 x. Aku berharap, cicilan selanjutnya bisa dialihkan ke si maling aja.... (ngayal.com).

Resepnya adalah Brownies Pennylane, tapi sebagian minyak, kuganti dengan mentega

Monday, January 3, 2011

Parfum oh .. Parfum

Ditengah maraknya penjual bibit parfum, ini ada parfum aseli..li...
simak disini

Oriflame - kosmetik alami Swedia

Tertarik???

Ikut saya disini

Saturday, December 25, 2010

Banana Muffin (Modif)

Berhubung mau ada pengajian dan rencananya mau kasih goody bag kue dalam wadah cantik siap oven, makanya aku beberapa kali eksperimen, cieee.

eksperimen pertama adalah banana muffin. Resep, dari browsing, maaf lupa sumbernya. mohon diikhlaskan, tapi sedikit ku modif yaitu menambah 1/2 cangkir susu karena menurutku kok kurang cair adonannya. jadinya memang yummi. yang penting gak gagal karena modifnya agak mendasar.

Bahan :

1/2 cangkir margarin + 1/2 cangkir mentega
2 1/4 cangkir tepung terigu
1/2 cangkir gula putih + 1/2 cangkir gula palem
1 butir telur
2 buah pisang ambon, lumatkan
1/2 cangkir susu cair (tambahan dari saya)
1 sdt baking powder + 1/2 sdt soda kue + sedikit garam, campur dengan terigu dan diayak
1 sdm kopi instan dan dilarutkan dalam 1 sdm air panas
caranya :
  1. campur margarin, mentega dan gula, mixer sampai lembut
  2. masukkan telur mixer lagi
  3. masukkan pisang, mixer lagi
  4. terakhir masukkan campuran tepung dan bumbu-bumbu dan susu cair. Kecilkan kecepatan mixer
  5. masukkan dalam loyang atau cetakan muffin yang telah dioles mentega
  6. over sampai matang. gunakan tes tusuk

fotonya menyusul ya.

Sebagai tambahan, nih kukenalkan bisnis baruku.


Monday, December 6, 2010

Lontong Kupang

Ini benar benar resep simpel. Khusus untuk orang Sidoarjo, kupang adalah makanan wajib. Bagi yang mengidam, silakan coba masak. Sangat-sangat mudah.
Bahan
Kupang (saya beli kupang kering dan sudah bersih. Rp. 5.000 kayaknya dapat dua ons. Soalnya orangnya gak pake timbangan)
750 ml Kaldu cair
50 gr gula merah yang dihancurkan
5 buah siung bawang dan daunnya (daun bawang)
1/2 sdm bawang putih goreng
50 gr petis
lombok bisa suka
1 sdm air jeruk nipis
lontong
lento (saya gak pake)
bawang merah goreng

Caranya :
Rebus air kaldu, gula merah dan irisan daun bawang. Jika sudah mendidih, masukkan Kupang. jika sudah mendidih angkat
buat sambal petis, dengan cara, haluskan bawang putih goreng, sedikit gula dan air jeruk nipis. beri tiga sendok makan air rebus kupang, masukkan petis, aduk rata.

Cara penyajian.
letakkan satu sendok sambal petis, sesuaikan pedasnya. Iris lontong dan lento. siramkan kupang dan kuahnya. Taburi bawang goreng. Taraaa, lontong kupang siap dinikmati

Monday, November 22, 2010

Mantau

Ini benar-benar makanan simple. Tapi anakku Idho suka sekali. Makanya aku sering membuatnya.


Bahan:
300 gr tepung terigu
100 gr tepung tang mien
50 ml santan kental
50 gr gula
1/2 sdt ragi
1/2 sdt bread improver
1/4 sdt baking powder
1 gelas air dingin (hati-hati menuangkannya sebagian-sebagian saja, barangkali kebanyakan)
1 sdt pasta pandan atau pasta mocca

sedikit garam

Caranya :
ayak, tepung terigu, tang mien, baking powder. Campur dengan ragi, garam dan bread improver, beri santan dan tuangkan air dingin. Uleni sampai kalis.
Bagi dua, satu bagian beri pasta pandan atau mocca. Gilas masing-masing sampai lebar dan tumpuk terus gulung. Iris-iris. Masing-masing irisan diletakkan di kertas roti. Biarkan sekitar 30 menit. Kukus kira-kira 15 menit. Jadi deh

Tuesday, October 19, 2010

Lompong Sagu

Wah ini makanan sangat mudah membuatnya maupun memakannya. Idho memang sangat terobsesi untuk membuat makanan dari sagu. Ohya, waktu dia ditugasi gurunya membuat kliping tentang identitas budaya, yang dibuat adalah sebagian besar makanan daerah. Dasar tukang makan!! Salah satunya adalah lompong sagu ini. Resep diambil dari Majalah Sedap, gambarnya sudah gak ada karena untuk tugas klipping, tinggal resepnya ajah.


Bahan :

150 gr tepung sagu
150 gr gula merah (aku hanya pake 100 gr, sudah lumayan manis karena pake pisang)
5 buah (tak tambahi lagi agar banyak jadi aku pake 7 buah) pisang kepok
garam
daun pisang dan biting lidi


Caranya :

aduk semua bahan jadi satu
ambil sekitar 2 sendok, bungkus dengan daun pisang dan semat dengan lidi
bakar dengan arang. (untuk kepraktisan, aku pake happy call, yang penting agak sering dibuka agar daunnya benar-benar gosong)
Jadinya cuma dikit. Dimakan Idho sendiri aja bisa amblash kalau tidak diingatkan bahwa dibumi ini masih ada makhluk lain yang punya hak sama terhadap makanan. Kapan-kapan resep harus didobel. Ini penampakannya
Yang membanggakan dari anakku ini adalah, dia konsekuen, yaitu mau makan ya mau masak. Untuk lompong sagu ini, dia yang ngaduk (sementara ku tinggal mandi) dan sedikit membantu membungkus.

Pai Apel

Idho kalau menginginkan sesuatu dan aku menjanjikannya, akan ditagih terus. Salah satunya ya pai apel ini. Apelnya aku beli yang sudah 50% diskon. Agak benjut-benjut dikit. Kan gak ditampakkan secara utuh. Ini penampakannya


Bahan Kulit:

350 gr tepung terigu

150 gr mentega

satu sendok makan gula

dua butir kuning telur

garam

air es secukupnya (gak mengukur, asal adonan bisa digilas)


Bahan Isi:

500 gr apel, potong-potong, beri jeruk nipis

160 gr gula pasir, setengah dibuat karamel setengahnya dimasak bersama apel

bubuk kayu manis

Bahan Olesan :

satu kuning telur

Cara Membuat

mentega tepung, garam dan gula diaduk-aduk seperti memotong-motong sehingga berbutir-butir. Masukkan kuning telur dan air es. Campurkan dan kemudian disimpan dalam lemari es sebentar.

isi : Masak apel bersama separuh gula dan bubuk kayu manis. Buat karamel dan tuangkan ke apel masak. Dinginkan

Ambil separuh lebih adonan kulit, gilas sampai setebal setengah centi. Letakkan dalam loyang pie yang sudah dioles mentega. tusuk-tusuk dengan garpu di beberapa bagian. Katanya agar tidak melembung. Masukkan apel masak

Tutup dengan sisa adonan kulit yang juga digilas, rapikan.

Terakhir, oles permukaan tutup pai dengan kocokan kuning telur. Oven hingga matang.

Jadinya, hmmm yummi. Hanya saja, kecepatan memasak jauh terkalahkan dengan kecepatan memakannya.

Wednesday, March 17, 2010

Males Posting

Inilah kalau lagi kumat malesnya. Sampai dua bulan blog dibiarkan bulukan. Padahal, masak dan melakukan hal-hal yang kreatif tetap jalan. Karena itu, sebagai pembukaan dan pengingat, selama dua bulan ini aku telah masak dengan sukses antara lain:
  1. chicken cordon blue, hmm yummi dan sukses, menggoreng dengan cantik dan hemat minyak di happy call. resep menyusul, gambar gak ada karena begitu mateng langsung ditampani oleh tiga mulut yang kelaparan, Ais, Idho dan ayahnya.
  2. Bunga dari bekas pembungkus buah. Foto masih bisa diusahakan
  3. steak sapi, proyek ini gagal jika dibakar di happy call karena dagingnya mungkin ketipisan (pelit dot com) sehingga malah melengkung. Rasa sih ok, tampilan payah.
  4. Bak pau. rencananya bikin mantau, tapi hasilnya jadi bakpau (gak bingung kan) ya gitu deh, saking kreatifnya. Jadi, gurih,tanpa photo
  5. Lontong Mie. Wah ini kesukaanku. Sayangnya anak-anak gak suka, jadi yang makan cuma yang dewasa saja. Kata suami, aku kalau masak gak berani bumbu. Waduh,memang kuakui. Aku agak parno kalau lihat masakan full bumbu. btw, karena konsumen menghendaki, ya oke lah kalau begitu, next time kubanyakin bumbunya.